hari ini kamu wisuda, waah seneng banget rasanya ngeliat kamu dengan toga dan selempang cumlaude keluar dari gedung rektorat. ga kebayang, akhirnya setelah 4 tahun plus 1 semester kamu lulus juga. akhirnya orang yang aku sayang bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. jadi ga sabar nunggu kamu kerja dan ngelamar aku nanti.
ga kerasa hlo, udah 10 bulan kita pacaran. ga tau sih, aku selalu berusaha nikmatin hubungan kita karena aku serius sama kamu.
entah udah berapa kali aku kecewa sama sikap kamu, entah udah berapa kali aku tau kelemahan kamu,, aku akan selalu berusaha menerima, karena aku tau ga ada yang sempurna, karena aku tau aku pun ga sempurna.. karena aku tau aku ga lagi main2 dengan hubunganku sama kamu, karena aku pikir kalo aku ga bisa nerima kelemahan kamu yang aku tau 10 bulan ini artinya aku ga serius sama kamu karena ga bisa terima kekuranganmu. saat aku memutuskan pacaran sama kamu, aku uda mutusin juga akan berdosa. jadi tolong, jangan pernah bilang kamu takut dosa ketika kamu nyentuh tubuhku, seolah2 hanya aku yang ingin melakukannya. jangan munafik, ga bisakah kita berdua saling jujur akan perasaan diri sendiri? jika memang kamu takut dosa, harusnya saat itu kamu tidak memintaku jadi pacarmu tapi jadi istrimu.
well, aku serius tapi aku belom berani berpikiran sampai titik itu bahkan ketika aku benar2 merasa mencintai kamu, aku masih belum berani memikirkan pernikahan, merencanakannya, atau membayangkannya seperti apa. kamu tau kenapa? karena sejujurnya aku belum melihat tanda2 keseriusan yang besar dari diri kamu, karena sejujurnya aku masih melihat keraguan dari diri kamu. aku ga memaksa, aku juga ga mau menuntut karena itu aku ga pernah berani untuk memulai membahasnya. tapi seketika kamu membahas dan membuatku jadi berekspektasi lebih. entah itu bercanda atau bukan, entah itu tulus atau engga, kamu mulai membahas dan membuat harapan. padahal sejak awal sudah kukatakan jika tidak ingin serius maka jangan diteruskan, cukupkan saja sampai sini, jangan bawa aku masuk lebih dalam, dan membuatku kecewa. katakan saja omong kosong apapun yang dapat membuatku tertawa tapi jangan bawa hubungan kita dan membuatku berharap lebih. itu mengecewakan dan lebih sakit rasanya. membuat aku berpikir ulang tentang hubungan, tapi kamu tau ini sudah terlalu dalam, aku tak akan mau berubah, sudah terlambat bagiku sebagai wanita untuk merubah pilihanku. aku tau masih terlalu dini memintamu mengenalkanku dengan orangtua mu, jadi aku tidak menuntut, atau meminta, aku tau diri, maka aku tidak berkata apapun. tapi aku kecewa ketika kamu sudah mengatakan sesuatu yang membuatku berharap namun saat itu keraguanmu jadi sangat jelas terlihat. aku kecewa. salahku yang telah memberikan sepenuhnya hatiku untukmu, salahku yang tidak bisa berpikir logis, salahku, ini salahku makanya aku jadi kecewa, jadi jangan salahkan dirimu, karena ini 100 % menjadi salahku karena terlalu berharap lebih.